Saturday, 25 March 2017

MAKALAH LETAK INDONESIA DALAM PETA DUNIA SERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGGANNYA

MAKALAH

“Letak Indonesia Dalam Peta Dunia Serta

Kelebihan Dan Kekurangannya”

Disusun Oleh:
Egidius Sairo Bora
Novan Khoirul Jahroni
Patrianus Djogo
Rizky Setyo Priambodo
Septian Dwi Pamungkas
Sigit Hendi K
Shouki Nurfarid A.H
Sinung Wahyu Aji
Tantyo Aji Pramudya
Wafdan Firdani
Wike Sandriono
Yudha Pandu Kristiawan
Yustinus R.Pati diaz
Zaiful Effendi

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSAKTA DAN KEOLAHRAGAAN
IKIP BUDI UTOMO MALANG

2013



KATA PENGANTAR

Puji dan sukur kami panjatkan ke hadirat tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya, sehingga penyusunan Makalah ini dapat di selesaikan dengan yang di harapkan.
Penulis menyadari sepenuh nya bahwa penyusunan laporan ini dapat di selesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu patut kiranya penulis menyampaikan ucapan trima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dosen dan teman-taman mahasiswa Ikip Budi Utomo Malang yang telah mendukung penulisan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Semoga kebaikan yang telah di berikan kepada penulis mendapat kebaikan dan balasan yang sebaiknya dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga sudilah kiranya apabila ada yang memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan penulisan yang akan mendatang.
Akhirnya penulis berharap semoga apa yang di sajikan dalam makalah ini memberikan manfaat kapada berbagai pihak, pada umumnya dan penulis khususnya.

 

Malang, mei 2013
                                                                           

                                                                                                         Penyusun,






DAFTAR ISI

Kata pengantar............................................................................................................... i
Daftar isi...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah................................................................................................. 1
1.2         Rumusan Masalah................................................................................................. 2
1.3         Tujuan Permasalahan ............................................................................................ 2
  
BAB II PEMBAHASAN
2.1         Letak Indonesia Dalam Peta Dunia ........................................................................ 3
2.2         Mata Pencaharian Penduduk Indonesia.................................................................... 5
2.3         Kelebihan Dan Kekurangan Dari Indonesia............................................................. 5

BAB III PENUTUP
3.1         Simpulan............................................................................................................. 9
3.2         Saran.................................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 10



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar belakang masalah
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau,  oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[9] Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

1.2     Rumusan masalah
         Adapun rumusam masalah yang akan dibahas dalam makalah makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah letak negara indonesia dalam peta dunia di lihat dari segi astronomis, geografis, dan geologis?
1)      Apakah mata pencaharian mayoritas dari penduduk negara idonesia?
2)      Apa sajakah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh negara indonesia?

1.3     Tujuan permasalahan
         Adapun tujuan peermasalahan yang ingin dicapai dalam makalh ini adalah sebagai berikut:
1)      Untuk mengetahui dan memahami letak negara indonesia dalam peta dunia di lihat dari segi astronomis, geografis, dan geologis.
2)      Untuk mengetahui dan memahami seperti apa mata pencaharian mayoritas dari penduduk negara idonesia.
3)      Untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh negara indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1         Letak indonesia dalam peta dunia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.
Posisi geografis Indonesia terdiri atas letak astronomis, letak geografis, dan letak geologis yang berbeda pengertian dan pandangannya.
Letak Astronomis
Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astrono- misnya Indonesia dilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equa- tor atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o.
Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas antara lain sebagai berikut :
·       Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan.
·       Selatan : Negara Australia, Samudera Hindia
·       Barat : Samudera Hindia
·       Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik
Letak Geologis
Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari bentuk batuan yang ada di permukaan bumi.
Letak geologis Indonesia berada di antara dua deretan lapisan pegunungan muda, yaitu :
1. Sirkum Mediterania
2. Sirkum Pasifik.
Indonesia diapit oleh tiga lempeng dunia, yaitu :
1. Lempeng Asia – Australia
2. Lempeng Euresia
3. Lempeng Pasifik
Indonesia berada di antara dua dangkalan, yaitu :
1. Dangkalan Sunda
2. Dangkalan Sahul
Pengaruh letak geologis adalah :
1. Indonesia banyak memiliki gunung berapi.
2. Indonesia kaya akan bahan tambang.
3. Lapisan tanah Indonesia labil.
4. Indonesia rawan akan terjadinya gempa bumi.

2.2     Mata Pencaharian Penduduk Indonesia
Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi. 
Sebagai Negara agraris, pertanian menjadi mata pencaharian terpenting dan utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia karena hasil dari sektor pertanian adalah makanan pokok dari penduduk negara indonesia. Luas lahan pertanian lebih kurang 82, 71 % dari seluruh luas lahan. Lahan tersebut sebagian besar digunakan untuk areal persawahan. Penyebaran produksi padi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sehubungan dengan tingginya produktivitas dan luas panen dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Produksi pertanian lainnya adalah jagung, ubi jalar, kacang tanah dan kedelai. Produksi holtikultura jenis sayur mayur meliputi bawang merah besar, bawang daun, kentang, kubis dan wortel. Sedangkan produksi holtikultura jenis buah-buahan meliputi mangga, durian, jeruk, pisang, pepaya dan salak.

2.3     Kelebihan Dan Kekurangan Dari Indonesia
Indonesia memiliki banyak sekali kelebihan atau keunggulan dibandingkan dengan negara lain, namun juga tidak luput dari kekurangan atau kelemahan. Adapun dari sekian banyak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh negara indonesia, yang sekirannya dapat dijadikan sebuah pengetahuan dan pembelajaran bagi kita semua warga negara indonesia, adalah sebagai berikut:
Kelebihan/keunggulan
1.    Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
2.    Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
3.    Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
4.    Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

5.    Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
6.    Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
7.    Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
8.    Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil)
9.    Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
10. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia)
11. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
12. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di kalimantan & Papua.
Kekurangan/kelemahan
1.    Sungai Citarum (Indonesia) menjadi Sungai Terkotor di Dunia. Dengan  Panjang 200 mil Sungai Citarum di Indonesia menjadi tuan rumah lebih dari 500 pabrik sepanjang tepi sungai dan sangat mungkin sungai yang paling tercemar di dunia. Ada begitu banyak sampah lapisan permukaan yang di banyak tempat Anda tidak dapat melihat air, dan lebih menguntungkan untuk makanan ternak untuk sampah dari membuat sungai memancing hidup, meskipun Anda melakukan penangkapan risiko penyakit yang jahat dengan menghabiskan waktu di itu.
2.    Indonesia menempati peringkat dua di seluruh dunia daftar pengamatan khusus (DPK) untuk kasus trafficking atau perdagangan orang. Peringkat itu berdasarkan data USAID per Juni 2006.
3.    Untuk urusan pembajakan software, hasil riset yang dikeluarkan IDC mengungkapkan bahwa aktivitas pembajakan software di Indonesia tahun 2009 kian melonjak. Indonesia berada di posisi ke-12 sebagai negara dengan tingkat pembajakan software terbesar di dunia. Presentase yang dicatat adalah 85%. Jika diibaratkan ada 100 software yang digunakan, maka 85 di antaranya merupakan software ilegal. Presentase 85% ini merupakan prestasi minor bagi Indonesia, sebab selama dua tahun sebelumnya, Indonesia mampu menurunkan presentase pembajakan, meski hanya turun 1%.
4.    Sistem pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan dan masih harus membutuhkan banyank perbaikan. Kebolongan implementasi yang belum tertambat sempurna menyebabakan keseluruhan sistem tidak totalitas. Analogisnya seperti sistem tubuh manusia. Sistem tubuh manusia memiliki tujuan pula dan setiap organ berperan penting dalam melaksanakan sistem. Jika satu organ saja tidak berfungsi dengan baik atau macet, maka keseluruhan sistem akan menjadi kacau.

5.    Indonesia adalah salah satu negara terkorup di Dunia. "Khusus Indonesia skor IPK adalah 2.8 sama seperti 2009," kata Ketua Badan Pengurus Transparency Internasional Indonesia Todung Mulya Lubis, di Kantor TI, Jakarta. Dengan IPK 2.8, Indonesia menduduki posisi 110 dari 111 pada tahun 2009. Indonesia berada di bawah Thailand (IPK=3.5), Malaysia (IPK=4.4), Brunei Darussalam (IPK=5.5), dan Singapura (IPK=9.3).

6.    Banyak sekali SDA yang ada di Indonesia namun di kuasai oleh perusahaan asing, salah satu yang paling besar dan nyata adalah Kota Tembagapura yang berada diketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut merupakan pusat operasi PT Freeport. Hal ini membutuhkan perubahan pola pikir pemerintah dan masyarakat agar Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.  
7.    Lemahnya sistem hukum di Indonesia, ada begitu banyak sekali permasalahan-permasalahan hukum yang terjadi di negara ini. Permasalahan itu disebabkan berbagai hal mulai dari sistem peradilannya, perangkat hukumnya, tidak konsistennya para aparat penegak hukum terhadap hukum itu sendiri serta intervensi kekuasaan maupun perlindungan hukum terhadap masyarakatnya. Permasalahan hukum yang paling sering dan membudaya dalam negara ini adalah ketidakkonsistenan para aparat penegak hukum terhadap hukum dan peraturan yang sah dan sudah tertulis jelas dalam undang-undang.






BAB III
PENUTUP
3.1     Simpulan
Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau,  oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010. Dengan keadaan tersebut, maka banyak sekali potensi yang dimiliki oleh negara indonesia terutama adalah potensi dari Suber Daya Alam. Banyak sekali hasil-hasil bumi yang dimiliki yang meliputi berbagai sektor terutama  (pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi). Namun sangat disayangkan sekali, dengan kekayaan alam yang begitu tersebut, warga negaranya banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini mungkin disebabkan karena SDA tersebut banyak yang di kuasai oleh pihak asing, atau mungkin juga di sebabkan oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kantong pribadinya sendiri tanpa harus memikirkan orang lain.
3.2     Saran
Sebagai warga negara indonesia terutama generasi muda penerus bangsa yang nantinya akan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa ini, kita harus lebih menghargai, mencintai, dan menjaga apa yang di miliki oleh bagsa ini. Jangan sampai kita hanya memikirkan diri sendiri dengan merusak potensi-potensi yang kita miliki barsama tanpa harus memikirkan dampak negatif di kemudian hari. Untuk itu sebagai warga negara Indonesia yang baik  marilah kita bersama-sama menjaga dan merawat apa yang kita miliki saat ini agar kita bisa menjadi Negara yang besar, yang warga negaranya bisa hidup berdampingan dalam keadaan makmur, aman, tentram, dan damai. Sehingga, Dunia sekalipun juga akan bangga terhadap kita sebagai Bangsa Indonesia yang telah menjadi salah satu bagian dari Dunia ini.


Friday, 24 March 2017

TUGAS EVALUASI PENDIDIKAN - JENIS-JENIS SOAL TULIS BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA

TUGAS EVALUASI PENDIDIKAN - JENIS-JENIS SOAL TULIS BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA
logo - ikip_color.jpgTUGAS

Mata kuliah                           :           Evaluasi Pendidikan
Nama anggota kelompok      :           Kelas PJKR-D 2010
       Novan Khoirul J.
       Shouki Nurfarid A.H


Jenis-Jenis Soal Tulis Beserta Kelemahan Dan Kelebihannya

T
es hasil belajar adalah salah satuan alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hasil belajar seseorang dalam proses belajar-mengajar atau suatu program pendidikan. Tes hasil belajar secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:
1)                  Soal dengan memilih jawaban / tes objektif.
a)         Pilihan ganda (multiple choice).
b)        Dua pilihan, benar-salah, ya-tidak (true false).
c)         Menjodohkan (matching).
2)                  Soal dengan mensuplai-jawaban.
a)         Isian atau melengkapi.
b)        Jawaban singkat atau pendek.
c)         Soal uraian.
Dari berbagai penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan penilaian kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan).
1)                  Soal dengan memilih jawaban.
a)                  Pilihan berganda atau multiple choise (m- ch)
Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas karena tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya.
ü    Kelebihan Pilihan Berganda yaitu:
·                     Hasil belajar yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur.
·                     Terstruktur dan petunjuknya jelas.
·                     Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.
·                     Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban.
·                     Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
·                     Baik untuk mengukur pengetahuan, pengertian, aplikasi dan analisis.
·                     Dapat menanyakan lebih banyak sampel pertanyaan sehingga benar mewakili yang diajarkan.
·                     Pengolahan sederhana dan ketepatan tinggi.
·                     Mendorong siswa untuk lebih banyak mengingat, membuat intepretasi dan analisis ide orang lain.
ü    Kelemahan Pilihan Berganda yaitu:
·                     Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama.
·                     Sulit menemukan pengacau.
·                     Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah, kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresikan ide.
·                     Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca.
·                     Kurang tepat untuk mengukur sintetis dan evaluasi.
·                     Hasil kemampuan siswa dapat terganggu oleh kemampuan membaca dan terkaan.
b)                  Dua pilihan, benar-salah, ya-tidak (true false).
Soal benar salah terdiri dari dua bagian yaitu bagiam pertama ada!ah alternatif jawaban benar salah(B – S) yang harus dipilih oleh peserta didik, dan bagian ke dua adalah pernyataan yang harus direspon oleh peserta didik. Jika pernyataan benar menurut peserta didik maka ia akan memilih jawaban benar (B), dan jika menurut peserta didik pernyataan itu salah maka ia akan memilih jawaban salah (S).
Jumlah alternatif jawaban (B – S) harus sama dengan jurniah pernyataan. Ciri khusus bentuk benar salah adalah terbatas pada mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Bentuk soar benar salah dapat juga menggunakan gambar, tabel, dan diagram.
Kemampuan yang Diukur
Bentuk soal benar salah sangat baik untuk mengukur kemampuan peserta didik yang sangat sederhana, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi kebenaran fakta yang disajikan dalam soal Jika fakta yang disajikan benar menurut peserta didik maka ia akan memilih jawaban benar (B), sebaliknya jika fakta yang disajikan salah menurut peseta didik maka ia akan memilih jawaban salah (S).
Ø    Contoh soal benar salah
B — S       Gaya adalah sesuatu yang mengubah kedudukan atau bentuk benda.
B — S       25% dari 44 adalah kurang dari 12
B — S       UUD 1945 telah diamandemen sebanyak 4 kali
B — S       UUD 1945 tidak boleh dirubah substansinya.
Ø    Jenis Soal
Bentuk soal benar salah terdiri atas benar tidak benar, tepat tidak tepat, ya tidak, fakta atau pendapat, dan setuju tidak setuju. Berdasarkan jawaban peserta didik dan penskorannya maka soal benar salah adalah soar yang menuntut peserta didik untuk memilih satu jawaban yaitu B kalau benar dan S kalau salah
Ø    Penskoran
Penskoran soal benar salah sangat sederhana karena menggunakan penskoran dikotomi yaitu skor 1 kalau jawaban benar dan skor 0 kalau jawaban salah.
Ø    Kelebihan dan kelemahan
ü    Kelebihan soal benar salah adalah
·                     Mudah penyusunanya.
·                     Mudah penskorannya.
·                     Banyak pokok bahasan, atau kompetensi dasar dan indikator yang dapat dicakup dalam soal karena peserta didik dapat merespon soal dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.
·                     Soal ini baik untuk hasil- hasil, dimana hanya ada dua alternative jawaban.
·                     Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca.
·                     Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala.
ü    Kelemahan soal benar salah adalah:
·                     Soal benar salah hanya dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
·                     Tingginya peluang peserta didik untuk menebak jawaban benar karena pada soal benar salah peserta didik mempunyai peluang 50% untuk menjawab benar, sehingga skor tinggi belum tentu menggambarkan kemampuan tinggi.
·                     Guru kesulitan dalam menginterpretasi kemampuan peserta didik yang sebenarnya, sehingga sulit bagi guru untuk memutuskan apakah peserta didik sudah memiliki kemampuan yang sesuai dengan yang diukur dalam soal.
·                     Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda.
·                     Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa siswa mengetahui dengan baik.
·                     Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah.
·                     Memungkinkan dan mendorong siswa untuk menerka-nerka
Ø    Kaidah penulisan
Agar dapat menghasilkan soal benar salah yang relatif baik maka ada beberapa kaidah penulisan soal yang harus diikuti yaitu:
·                     Hindari penyataan yang sangat umum, seperti penggunaan kata selalu, umumnya, seringkali, kadang-kadang,tidak pernah, semua, dan tidak ada.
·                     Hindari pernyataan yang berlebihan, seperti penulisan soal yang berliku-liku, panjang lebar, atau soal cerita. Soal benar salah harus dirumuskan dengan singkat, jelas dan tegas.
·                     Hindari pernyataan negatif, sepeti bukan, tidak, kecuali, tak, dan lain sebagainya.
·                     Soal hendaknya tidak menjurus kejawaban tertentu, seperti kadang-kadang, pasti, selalu, dan tidak satupun.
·                     Jumlah soal yang benar sama sama dengan jumlah soal yang salah.
c)                  Menjodohkan (matching).
Bentuk soal menjodohkan terdiri atas dua kelompok pernyataan yang paralel. Kedua kelompok pernyataan ini berada dalam satu kesatuan. Kelompok sebelah kiri merupakan bagian yang berisi soal-soal yang harus dicari jawabannya.
ü    Kelebihan Menjodohkan yaitu:
·                     Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan dengan rangkaian isi soal.
·                     Waktu membaca dan merespon relative singkat.
·                     Mudah untuk dibuat.
·                     Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
·                     Membutuhkan waktu singkat untuk membaca soal.
·                     Dapat diperikasa dengan computer.
ü    Kelemahan Menjodohkan yaitu:
·                     Materi soal dibatsi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan yang bersifat pengertian dan kemampuan membuat tafsiran.
·                     Sulit menyusun soal yang mengandung sejumlah respon yang homogen.
·                     Mudah terpengaruh dengan petunjuk yang tidak relevan.
·                     Penulis soal cenderung tidak cermat.
·                     Sulit menemukan pasangan yang homogen.
2)                  Soal dengan mensuplai-jawaban.
a)                  Isian atau melengkapi.
Tes bentuk melengkapi (complete test) dapat berupa isian dan ada pula yang merupakan jawaban singkat. Tes ini merupakan satu-satunya tes objektif yang menuntut agar peserta tes memberikan jawaban, bukan memilih jawaban . Tes melengkapi dikatagorikan ke dalam tes objektif. Pada bentuk tes isian ini peserta tes melengkapi atau mengisi titik-titik atau bagian yang dikosongkan pada pokok uji dengan hanya satu kata, ungkapan, maupun angka. Peserta tes dapat pula diminta untuk memberikan jawaban atas suatu soal yang memerlukan perhitungan. Apabila pada suatu pokok uji tedapat dua atau lebih titik-titik yang harus diisi,maka setiap titik-titik itu hanya dapat diisi dengan benar oleh kata atau angka yang sudah tertentu atau pasti. Tes ini bisa disusun berurutan ke bawah dengan diberi nomor dan dapat pula disusun dalam bentuk kalimat tersambung berbentuk karangan. Tes bentuk melengkapi dapat juga berupa gambar table yang harus dilengkapi.
Ø    Kelebihan dan kelemahan
ü    Keunggulan tes melengkapi
·                     Mudah dikonstruksi karena soal ini hanya akan mengukur hasil belajar yang sederhana yaitu yang bersifat ingatan.
·                     Dapat digunakan untuk menilai bahan pelajaran yang banyak atau scope yang luas.
·                     Dapat diskor secara cepat dan objektif.
·                     Kecil kemungkinan siswa memberi jawaban dengan singkat dan tepat.
ü    Kelemahan tes melengkapi
·                     Tidak dapat mengukur hasil belajar yang kompleks karena hanya menghasilkan respon yang singkat dan sederhana.
·                     Memerlukan waktu yang agak lama untuk menskornya meskipun tidak selama tes uraian.
·                     Menyulitkan pemeriksa apabila jawaban siswa membingungkan.
·                     Kurang ekonomis karena memerlukan kertas(biaya) yang banyak jika dibandingkan dengan tes uraian.
Ø    Prinsip konstruksi tes melengkapi
Beberapa petunjuk dalam penulisan butir soal untuk tes melengkapi (tes melengkapi) agar dicapai kualitas soal yang baik adalah :
·                     Gunakanlah pertanyaan atau pernyataan yang menuntut jawaban singkat dan tertentu. Jawaban itu haruslah satu kata, satu ungkapan, sebuah angka, atau sebuah simbol.
·                     Jangan menggunakan kalimat yang dikutip langsung dari buku atau catatan siswa. Penggunaan kalimat yang diambil langsung dari buku cenderung mendorong peserta tes akan menghafal tanpa berusaha memahami apa yang dibacanya.
·                     Pertanyaan atau pernyataan hendaknya dibuat sesederhana mungkin dan mudah dipahami.
·                     Dalam menanyakan masalah hitungan harus ditentukan tingkat ketepatan, apakah angka bulat, satu desimal, atau dua desimal.
·                     Tempat yang harus diisi (titik-titik) sebaiknya ditempatkan ditengah atau pada akir kalimat agar tidak menimbulkan salah pengertian.
·                     Panjangnya titik supaya dibuat sama untuk semua soal.
b)                  Jawaban singkat atau pendek.
ü    Kelebihan soal jawab singkat yaitu :
·                     Mudah dalam perbuatan.
·                     Kemungknan menebak jawaban sangat sulit.
·                     Cocok untuk soal- soal hitungan.
·                     Hasil- hasil pengetahuan dapat diukur secara luas.
ü    Kelemahan soal jawab singkat yaitu :
·                     Sulit menyusun kata- kata yang jawabannya hanya satu.
·                     Tidak cocok untuk mengukur hasil- hasil belajar yang komplek.
·                     Penilaian menjemukan da memerlukan waktu
c)                  Soal uraian
Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari, dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan.
Berikut ini adalah kaidah-kaidah untuk mengembangkan butir tes uraian dan pedoman penilaiannya.
Ø    Pengembangan Butir Tes Uraian
·                     Sebelum menuliskan butir pertanyaan ditentukan dulu tingkat proses berfikir yang harus digunakan siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut.
·                     Tes uraian hendaknya mengungkapkan permasalahan yang menyangkut proses berfikir dan pemahaman karena kedua aspek ini lebih sessuai untuk pertanyaan obyektif.
·                     Pertanyaan biasa menggunakan kata : perbandingkan, pertentangan, berikan alasan, jelaskan bagaimana, apakah yang akan terjadi jika, berikan kritik, bedakan, dan lain-lain.
·                     Buatkan pertanyaan uraian yang jelas rumusannya sehingga tidak meragukan siswa.
·                     Usahakan agar pertanyaan uraian mengungkapkan pendapat bukan untuk menyampaikan fakta.
Ø    Pedoman Penilaian
Butir soal bentuk obyektif dapat diperiksa dengan mudah, cepat dan hasil penilaiannya obyektif, untuk mendapatkan penilaian yang lebih obyektif perlu diperhatikan :
·                      Apakah jawaban yang paling baik untuk satu butir pertanyaan uraian.
·                      Butir-butir apa saja yang harus terdapat dalam jawaban pertanyaan uraian.
·                      Apakah ada butir yang lebih penting diantara butir-butir jawaban yang diharapkan.
Ø    Kelebihan dan kelemahan
ü    Kelebihan test uraian yaitu:
·                     Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan pendapatnya sendiri.
·                     Murid tidak dapat menerka-nerka jawaban soal.
·                     Test ini sangat cocok untuk mengukur dan mengevaluasi hasil suatu proses belajar yang kompleks yang sukar diukur dengan mempergunakan test objektif.
·                     Derajat ketepatan dan kebenaran murid dapat dilihat dari kalimat- kalimatnya.
·                     Jawaban diungkapakan dalam kata- kata dan kalimat sendiri, sehingga test ini dapat digunakan untuk melatih penyusunan kalimat dengan bahasa yang baik, benar, dan cepat.
·                     Test ini digunakan dapat melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan persoalan, dan Sukar dinilai secara tepat mengorganisasikannya sehingga dapat mengungkapkan satu hasil pemikiran yang terintegrasi secara utuh.
·                     Mudah dalam penyusunan pertanyaannya.
·                     Waktu yang diperlukan untuk menyusun relatif singkat.
·                     Baik untuk mengukur pengertian, aplikasi, analisis dan paling baik untuk sintetis dan evaluasi.
·                     Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks.
·                     Lebih menghemat tempat ( menghemat kertas ).
ü    Kelemahan test uraian yaitu:
·                     Sukar dinilai secara tepat.
·                     Bahan yang diukur terlalu sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum.
·                     Sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun internasional.
·                     Membutuhkan waktu memeriksa hasilnya.
·                     Tes uraian mempunyai keterbatasan mengenai lingkup materi yang dapat dinyatakan dalam satu perangkat tes.
·                     Jawaban siswa pada tes uraian sering tidak menggambarkan tujuan yang ingin diukur oleh tes tersebut.
·                     Hasil kemampuan siswa dapat terganggu oleh kemampuan menulis dan mendongeng.

·                     Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja.

Advertising